Danmotors Pelopor Perkembangan Vespa di Indonesia - Kaca Tama

Kaca Tama

Baca-baca aja dulu siapa tau penemuan...

Breaking

Thursday, May 9, 2019

Danmotors Pelopor Perkembangan Vespa di Indonesia


Danmotors, Pelopor Perkembangan Vespa di Indonesia
Keberadaan Vespa di Indonesia diawali dari munculnya permintaan dari pasar terhadap kendaraan Vespa. Dari dasar itu kemudian muncul sebuah perusahaan joint venture dari Denmark, Italia, dan Indonesia yang mendirikan APM (Agen Pemegang Merk) untuk jenis Piaggio Vespa di Indonesia. Perusahaan joint venture tersebut diberi nama Danmotors Vespa Indonesia (DVI) atau kerap kali disebut Danmotors saja, dan sempat berhasil menjadi pemain tunggal atas penjualan produk scooter Vespa. Selain melihat tanggapan pasar scooter yang cukup baik di Indonesia pada saat itu, Danmotors juga melihat peluang dari lemahnya kondisi perekonomian Indonesia pada pertengahan dekade 1960an. Sebagai gambaran, salah satu dampak dari melemahnya kondisi perekonomian tersebut adalah kenaikan harga Vespa, yang saat itu masih diimpor secara CBU, menjadi hampir 10 kali lipat. Pastinya harga tersebut dapat dibilang sangat mahal, ya. Nah, dikarenakan kenaikan harga yang melejit saat itu, Danmotors kemudian mengambil kesempatan tersebut dengan mendatangkan Vespa secara knock down dari prinsipal Piaggio di Italia, tentunya dengan harga pembelian awal yang sudah dikurangi.

Resmi beroperasi pada tanggal 27 Juli 1970 dan memulai perakitan unit sendiri sekitar setahun kemudian pada tahun 1971, Danmotors sukses mengibarkan nama Vespa sebagai alat transportasi yang paling memberikan dampak luas di kalangan masyarakat Indonesia. Tahun 1976 menjadi tahun ketika Danmotors berhasil menurunkan harga Vespa hingga hampir sepertiga dari harga jualnya semasa diimpor sebelumnya pada tahun 1966. Keberhasilan penurunan harga ini merupakan hasil dari strategi perakitan yang bisa menekan biaya secara signifikan dan didukung oleh regulasi pemerintah yang memberlakukan pajak lebih kecil bagi kendaraan yang dirakit dan menggunakan komponen dalam negeri. Pada masa itu, Danmotors menggunakan komponen dalam negeri sebanyak 35% untuk produksi Vespa-nya. Kapasitas produksi pada tahun yang sama mencapai 40.000 unit setahun. Imbasnya tentu bisa ditebak, angka penjualan meroket dan Vespa semakin merajai jalanan Indonesia sepanjang dekade 1970-an. Keadaan ini didukung pula oleh iklim ekonomi domestik yang terdampak positif dari “oil boom” pada masa itu. Perusahaan ini bahkan juga sempat mengekspor Vespa untuk pasar negara lain di kawasan Asia Tenggara. Semoga menambah pengetahuan kita.

No comments:

Post a Comment