Inilah Akibatnya Menggerakkan (krek) Leher Secara Berlebihan - Kaca Tama

Kaca Tama

Baca-baca aja dulu siapa tau penemuan...

Breaking

Friday, April 26, 2019

Inilah Akibatnya Menggerakkan (krek) Leher Secara Berlebihan


Saat otot-otot terasa tegang dan kaku, menggeretakkannya sampai berbunyi "krek" memang bisa membuatnya terasa ringan.

Tapi, jangan pernah lakukan itu pada bagian leher.
Bagian leher memiliki struktur anatomi yang kompleks, areanya sempit, dan fungsinya vital.

Selain itu, di leher juga terdapat pembuluh darah utama ke otak. Makin ke belakang, terdapat struktur tulang belakang yang di dalamnya ada sumsum tulang belakang dan pembuluh darah ke otak.

"Semua organ-organ itu punya fungsi yang demikian penting. Tak salah kalau ada yang menyebut leher adalah jembatan kehidupan antara kepala dan tubuh bagian bawah.

Mengingat pentingnya organ-organ yang ada di leher, tindakan manipulasi atau menggerakkan leher secara berlebihan dapat berakibat fatal.

Jika tulang leher patah, retak, atau dislokasi, maka tulang leher menjadi tidak stabil dan mebuat sumsum tulang di dalamnya cedera.

"Yang tersering bukan patah, tetapi dislokasi atau melejitnya sendi yang menghubungkan antar tulang leher," papar dokter yang memiliki kompetensi di bidang tulang belakang ini.

Jika tulang dan sendinya melejit, maka hubungan persendian leher dan ruas tulang lehernya menjadi tidak stabil dan mencederai sumsum tulang belakang di dalamnya. Akibatnya bisa terjadi kejadian fatal sampai menimbulkan kematian.

Bila kita menggerakkan sendi leher sampai berbunyi "krek" menunjukkan telah terjadi manipulasi pergerakan sendi secara berlebihan.

"Bunyi krek itu tampaknya memang tidak terjadi dislokasi atau patah tulang leher, namun sebetulnya dengan makin sering digerakkan berlebihan, maka sendi lehernya bisa makin lemah dan menyebabkan tulang leher tidak Stabil.

Makadari itu, disarankan agar tidak menggerakkan leher secara berlebihan, baik oleh diri sendiri, tukang cukur, tukang pijat, bahkan oleh orang yang mengaku profesional dan mempunyai sertifikat khusus itu.

"Untuk masalah nyeri leher, punggung, atau nyeri pinggang, datanglah ke ahli profesional yang terdidik di rumah sakit, seperti spesialis saraf, bedah saraf, dokter ortopedi, dokter fisik dan rehabilitasi, bahkan tidak ada salahnya ke dokter umum atau fisioterapi,"

No comments:

Post a Comment